TERAPI TAHUWA

Seberapa mudah Anda bergembira?

Ada banyak cara bergembira, termasuk di tengah wabah yang kabarnya sebentar lagi sirna.

Dengan belanja, misalnya. Tak perlu foya-foya apalagi mewah. Bisa cukup dengan yang sederhana, murah meriah.

Sejak awal saya menyantap hidangan tahuwa, saya bertanya-tanya darimana asal namanya.

Apa ini makanan yang bisa bikin orang ke-TAWA? Atau ini, sajian yang beredar khusus di kalangan warga ber-takwa? Atau seperti apa, persisnya.

Sementara rasa ingin tahu saya belum terjawab. Tiba-tiba di satu grup WA, teman berkirim pesan.

Begini tulisannya…

Situasi covid-19: New normal
Merk sandal: New era
Orang jatuh: New sruk
Jatuh ke depan: New ngsep
Minum kopi: New ruput
Ikut orang di depan: New sul
Khitan: New natan
Beri uang ke orang: New mbang
Kasih sogok ke pejabat: New ap
Nabrak: New ruduk
Tendang bola pake’ kepala: New ndul
Minta sesuatu: New wun
Menusuk mata: New lek
Motong kue pake jari: New wil
Kerjaan pak Tarno: New lap
Supaya bayi sehat: New suu

Setelah membacanya, seketika, emoticon dan kosakata GEMBIRA membahana di dalam grupnya.

xixixi
hehehe
wkwkwk
😀 🙂 😉

Ada saja, cara orang bergembira dan memunculkan tahuwa, eh tawa.

Plesetan tiba-tiba membuat emosi kita mengendur. Pikiran kembali lentur, lebih rileks membaca realita.

Jika ditinjau dari sisi ilmiah, saat tersenyum apalagi tertawa, kita sedang dibanjiri hormon sukacita. Hormon endorfin, bekerja seperti morfin tapi alami. Endorfin punya efek “pain killer”, menghilangkan nyeri, meredakan duka nestapa.

Darimana mas Rio tahu hal itu?
Yo, sinau rek…

Kemarin itu, saya ikutan kelas online-nya dokter Arief Alamsyah Nasution judulnya #BahagiaItuNyata.

Udah ya, kok jadi bahas urusan kedokteran. Itu khan bukan keahlian saya. Saya bagi-bagi #ceritatetangga saja. 😀

Omong-omong, seorang Kyai pernah membacakan pesan dari Sang Nabi, Muhammad SAW. Beliau menceritakan bahwa rasa cukup pada jiwa manusia itu, bisa muncul sebab tersedia tiga hal pada dirinya.

Apa saja?

Coba kita sama-sama perhatikan.

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan DUNIA telah TERKUMPUL PADA DIRINYA.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141).

1) Rasa aman.
2) Kesehatan badan.
3) Makanan pokok.

Gitu dulu ya, Gaes.

Tumben nih, saya nulis agak panjang. 😀

Selamat bergembira bersama keluarga tercinta.

_
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222656336342308&id=1390017503

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

"Kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas pertanyaan kita"Temukan 3 Cara Kelola Pertanyaan untuk Mendapatkan Jawaban dan Hasil Terbaik