Terapi Ruhiyah

Mewaspadai, menandai, menyembuhkan, dan melepaskan dari 36 daftar penyakit jiwa.

  1. Futur (malas, menunda-nunda).
  2. Israf (menghambur-hamburkan, melampaui batas).
  3. Isti’jal (tergesa-gesa).
  4. Uzlah (menepi hidup sendiri menjauhi interaksi dan amal jama’i).
  5. I’jab bin nafsi (narsis, kagum/senang/bangga pada diri sendiri yg tidak sampai pada tingkatan melecehkan orang lain).
  6. Ghurur (lebih kagum pada apa yg datang dari dirinya sendiri, kagum pada diri sendiri sampai pada tingkatan merendahkan/melecehkan orang lain).
  7. Takabbur (memperlihatkan keagungan, kesombongan).
  8. Riya’ dan Sum’ah (menampakkan amal sholih agar dilihat manusia, riya = beramal untuk selain Allah; Sum’ah = menyembunyikan amalan untuk Allah tapi kemudian ia membicarakannya kepada orang lain).
  9. Ittiba’ul Hawa (Memperturutkan keinginan/kesukaan, kecintaan pada sesuatu yg mendominasi hati).
  10. Mencari Penghargaan dan Ambisi Kekuasaan.
  11. Ufuq (berpandangan sempit, lemah mengamati yg menyebabkan terbatasnya pandangan dan pemikiran).
  12. Pudarnya Komitmen.
  13. Tidak Tatsabbut atau Tabayyun (Tatsabbut = mencari hal yg dapat memberikan keteguhan, meyakinkan suatu hakikat yg dapat membantu untuk teguh dalam suatu urusan, hati-hati, waspada. Tabayyun = mencari hal-hal yg dapat memperjelas urusan atau mengungkap keadaannya, mencermati hingga menjadi jelas, berhati-hati dan waspada).
  14. Tafrith (Melalaikan/menelantarkan amalan di siang dan malam)
  15. Su’udhan (keraguan, tuduhan buruk, buruk sangka, pengetahuan yg tidak meyakinkan).
  16. Ghibah (menggunjing, pembicaraan seorang Muslim tentang saudaranya yg sedang tidak hadir dengan pembicaraan yg menyakitkannya atau ia tidak menyukainya, lisan atau tulisan, terang terangan atau sindiran).
  17. Namimah (mengadu domba, mentransfer perkataan/pembicaraan sebagian orang kepada yg lainnya dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka, menyingkap apa yg tidak disukai oleh seseorang baik oleh orang yg menjadi obyek pembicaraan atau oleh orang yg diajak berbicara atau oleh orang ketiga).
  18. Faudhal Waqti (kacau dalam menata waktu, bercampurnya sebagian urusan dengan sebagian yg lain, tidak ada prioritas (urgensi)).
  19. Taswif (menunda-nunda, mengakhirkan, menangguhkan apa yg menjadi tuntutan).
  20. Tasya’um (pesimis; memprediksikan terjadinya sesuatu yg buruk dan dibenci sehingga membuatnya enggan melaksanakan kewajiban atau minimal melaksanakannya dengan malas-malasan, serampangan, dan berat hati akibat buruk sangka).
  21. Attanathu’ Awil Ghuluw Fiddin (berlebih-lebihan dalam beragama, ucapan dan tindakan yg berlebih-lebihan, tindakan memaksa-maksakan diri dalam ucapan, kalimat dan perbuatan melebihi kesanggupan).
  22. Mira’ dan Jadal (berdebat dan saling menjatuhkan, Mira’ = membantah ucapan orang lain dengan menampakkan kekurangan di dalamnya, baik kekurangan dalam lafal, makna, maupun tujuan pembicara; Jadal = menyengaja untuk menjadikan orang lain terdiam dan tidak berdaya mengemukakan jawaban dengan mengkritik atau menyebut kekurangan dan kebodohannya).
  23. Qu’ud (meninggalkan suatu urusan, duduk berhenti tidak lagi peduli).
  24. Syuh (bertengkar, berdebat berselisih, rakus terhadap apa yg ia miliki, bakhil terhadap kebajikan dan hal yg ma’ruf).
  25. Ghadab (marah, perubahan kejiwaan/emosional yg mendorong untuk memukul dan membalas dendam demi menyembuhkan perasaan yg ada di hati).
  26. Hiqd (dengki, perasaan memusuhi yg terpendam dalam hati).
  27. Tanafus-dunya (Berlomba-lomba dalam keinginan keduniaan, sarana-sarananya, dan bagian-bagiannya, barangkali ia ingin memonopolinya).
  28. Ihtiqarun Nafsi Inhizamun Nafsi (Rendah Diri-Kalah Mental, menghinakan diri kepada apa yg dikehendaki oleh musuh-musuhnya (nafs ammarah bis-suu’), kepada setan-setan, jin dan manusia, serta dunia dengan segala bencana, ujian, daya pikat, dan perhiasannya, dengan melukiskan bahwa ia tidak layak untuk melaksanakan kebajikan sekecil apa pun).
  29. Rafdhun Naqdi wan Nashihah (Menolak kritik dan nasihat, enggan menerima pendapat orang lain yang memberikan kritik dan nasihat serta penolakan terhadap sumbang saran yg bisa mengungkap cacat dan kekurangan dirinya, meski kritik dan saran itu sudah memenuhi adab-adab dan patokan-patokan yg semestinya).
  30. Laghwu (ucapan dan tindakan yg sia-sia, perkataan/perbuatan berlebihan yg tidak ada manfaat, perkataan yg tidak berharga, semua perkataan yg tidak mengandung kebaikan dan tidak menghimpun adab-adab Islam).
  31. Al Kabt (represi, membantah dengan geram dan nista, upaya untuk menahan dan menghalangi gagasan-gagasan yg sehat, keinginan-keinginan yg bermanfaat, perilaku-perilaku yg lurus untuk muncul ke alam realitas yg mengakibatkan jiwa seseorang penuh kesedihan dan kemarahan atau kemurkaan dan kegelisahan).
  32. Al Yaksu wal Qunuth (berputus asa, putus asa berlebihan untuk bisa keluar dari krisis yg dialami umat baik secara individu ataupun kolektif, baik dari kalangan penguasa maupun rakyatnya, di mana keputusasaan ini telah menyebabkan kehinaan, ketertindasan atau kelemahan, dan kekerdilan serta ketundukan dan kepasrahan).
  33. Aklul Haram (mengonsumsi yg haram).
  34. Al Khauf (ketakutan, ketersiksaan hati dan kegelisahannya disebabkan menunggu-nunggu sesuatu yg dibenci di masa depan, sedih dan gelisah sebab hilangnya sesuatu yg bermanfaat atau terjadinya suatu bahaya).
  35. Zalim (melampaui batas, meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya).
  36. Hasad wal ‘Ain (hasad dan pandangan mata yg penuh dengki; hasad = sedih yg mendalam atas kebaikan-kebaikan yg ada pada orang lain, senang lihat orang lain susah, susah lihat orang lain senang, benci terhadap nikmat yg orang lain terima dan keinginan agar nikmat itu hilang dari tangan orang yg diberi nikmat; ‘Ain = fenomena yg Allah menetapkan penyakit atau bahkan kematian pada diri ma’yun (orang yg menjadi sasaran pandangan mata yg jahat) ketika al-‘ ain (orang yg menimpakan gangguan melalui pandangan mata) memandangnya atau mengaguminya, sebab adanya kehendak dan keinginan untuk mencelakainya).

(dinukil dari Dr. Sayyid Muhammad Nuh, dalam ‘Afaatun’ Alat Thariq, jilid 1-5)

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.