MAKIN AKRAB DENGAN (SIMBOL) AGAMA

KETUPAT, mewakili boso Jowo kependekan dari “ngaKU lePAT”. Mengaku (ber)salah.

Bahan anyaman, dari JANUR, berasal dari bahasa Arab, “Ja’a nuur”. Telah datang cahaya.

Bentuk anyaman, rumit tapi rapi, mewakili keberagaman perbedaan tapi menyatu indah dalam anyaman ukhuwah dan silaturrahim.

Bentuk ketupat, segi empat, mewakili bentuk hati manusia. Dan isi ketupat, biasanya beras putih atau beras ketan. Putih, mencerminkan hati yang bersih, bening, suci, kembali fitri.

Secara umum, pesan utama ketupat adalah,

“Saat seseorang mengaku salah (dosa), hatinya kembali bersih, fitri. Sebab cahaya hidayah datang mengisi hati.”

Tentu, dapat kita ingat lagi doa di 10 Hari terakhir Ramadan, “Allahumma innaka ‘afuwwun karim, tuhibbul afwa fa’fuanni.”

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah kami.

Saya cobak dekati dengan formula perubahan perilaku, tercetus ide:

Tazkiyah + Hidayah = Fitrah.

Dan ketika ketupat tersaji sebagai konsumsi bersama, ragam manfaat dapat dinikmati.

Betapa lembut dan halusnya, pendidikan beragama sudah-dan-terus menemani keseharian kita.

Wallahu a’lam bish showab.

ceritatetangga

riopurboyo.com

Share: