Kepompong Ramadan

Bersyukur kita di atas syukur sebelumnya. Saat kerinduan kita terobati dengan berjumpa salah satu nikmat terbesar dari Allah swt, bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, Allah swt berikan beragam kemulyaan. Siang hari kita dimulyakan dengan berpuasa, agar kita jadi bertaqwa. Ada juga malam kemulyaan, yang lebih mulya dari 1.000 bulan. Allah swt mulyakan derajat dan jalan hidup manusia, dengan diturunkanNya Al Qur’an. Kitab yang mulya. Yang sangat spesial, terjadi di bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup seraya syetan dibelenggu.

Tujuan Ramadhan adalah tercapainya derajat taqwa. Taqwa adalah kunci pembuka pintu kasih sayang Allah swt. Taqwa adalah solusi keluar dari krisis. Taqwa adalah tiket masuki surga beserta segala kenikmatan di dalamnya. Dan, puasa adalah sarana yang paling efektif dalam mendidik manusia menjadi hamba yang bertaqwa.

Betapa bahagianya, saat kita bisa dapatkan beragam manfaat dari berpuasa. Secara ilmiah, berpuasa mempertajam kejernihan mental dan memperhalus kematangan emosional. Sehingga kita bisa lebih mudah berintrospeksi diri, dan berfokus dalam selesaikan sesuatu. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan kemajuan mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “sangat memuaskan”.

Seorang ilmuwan, Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu.

Selain itu, berpuasa mempercepat proses penyembuhan dan menangkal berulangnya penyakit. Berpuasa akan membersihkan (detoksifikasi) sistem tubuh dari berbagai racun yang terbentuk selama berbulan-bulan oleh pola makan yang buruk, lingkungan yang buruk, dan oleh emosi yang tersembunyi atau ditekan.

Subhanallah!” sahut Anda, setelah ketahui beragam manfaat berpuasa. Ya, benar! Ramadhan adalah laksana kepompong. Mengubah diri kita menjadi jauh lebih mulya. Sekaligus sebagai olimpiade tahunan. Karena prosesi pendidikan dan pelatihan ini mengundang setiap insan beriman di seluruh penjuru bumi Allah swt sebagai peserta aktif, kita pun jadi lebih bersemangat dalam mencetak kebaikan apa pun. Kita bertekad menjadi barisan pemenang dalam perlombaan kebaikan dan ketaqwaan. Ramadhan dan berpuasa di dalamnya, adalah kesempatan emas untuk termotivasi oleh motivator utama kita, yaitu Allah swt, AlQur’an, dan hadist Nabi Muhammad saw.

Pada akhirnya, dengan mudahnya kita bisa pahami betapa mendalam kenikmatan yang disyukuri oleh seorang ‘Abdullah ibn ‘Umar, ra., dalam perkataannya…

Dua hal yang kusesali

Hari-hari yang panas tanpa kesejukan puasa

Malam-malam yang dingin tanpa kehangatan sholat

Semoga tulisan sederhana ini berguna. Selamat menikmati jamuan di bulan Ramadhan kali ini, karena bisa jadi inilah bulan Ramadhan terakhir kita.

Semoga Allah jadikan kita termasuk golongan hambaNya yang bertaqwa!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

"Kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas pertanyaan kita"Temukan 3 Cara Kelola Pertanyaan untuk Mendapatkan Jawaban dan Hasil Terbaik