Doa Kita untuk Keluarga


Ibrahim, ayahanda para nabi. Dari beliaulah terlahir Ismail, yang di kemudian hari kita mengenali kehadiran baginda Nabi Muhammad saw dari jalur keturunan ini. Dari ayahanda Ibrahim pula, hadir para Nabi: Ya’qub, Yusuf, bahkan hingga menyambung pada jalur Isa as.

Dari sisi jalur keturunan, ini ada satu keistimewaan. Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Cicit, cucu, bapak, dan kakek -kesemuanya adalah para Nabi.

Kini, sejenak berhentilah. Hentikan takjubmu, pada keistimewaan itu. Alihkan pandangmu, pada sedjarah yang mengemuka. Perhatikan, apa yang terjadi pada pinta Sang Nabi Ibrahim. Mungkin setelah ini, kita bisa sama-sama akan sering melantunkannya. Permintaan kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga. Permintaan keteguhan beribadah, untuk generasi kini dan nanti.

Betapa berkahnya, keluarga yang sedemikian.


“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim, 14: 39-40)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.